Rabu, 14 November 2012

Tool Pada Paint Tool SAI



Tool Pada Paint Tool SAI



Gambar tampilan Pain Tool Sai
Pada bagian atas (kotak merah) berisi toolbars standar seperti pada software lain yaitu

FILE
(F) - membuka dan menutup gambar
, mengeksport tipe gambar, menyimpan gambar dll

EDIT
(E) - undo, redo, copy,cut, paste dll

CANVAS
(C) - mengganti ukuran gambar, canvas, dan juga mengubah arah canvas

LAYER
(L) – semua yang berhubungan dengan layer : membuat layer baru, mengedit layer, dan mengubah arah layer

SELECTION
(S) – Semua yang berhubungan dengan seleksi seperti menghapus seleksi, mengubah seleksi, dsb.

FILTER
(T) - mengganti kontras, gelap-terang, dan hue/saturation

VIEW
(V) - mengatur tampilan, zoom in/out, rotate dsb.

WINDOWS
(W) - membuka dan menutup tools yang digunakan

HELP
/CONFIG(Q) - bantuan untuk pengguna




 
Pada Bagian kanan (kotak kuning dan hijau) merupakan tool untuk mengatur layer. Kotak kuning untuknavigasi pada layer , kotak hijau untuk pengaturan layer. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini




 Tools ini untuk mengatur layer yang ada pada gambar. Fungsi layer adalah untuk memudahkan anda dalam mewarnai supaya warna lebih rapi dan tidak tercampur satu sama lain.

Bagian-bagiannya (dari atas ke bawah)
·         Tampilan canvas/gambar
·         Zoom in/out
·         Angle/sudut gambar
·         Mengganti tekstur gambar
·         Mengatur layer : jenis layer, lock, dsb.
Blend mode - mengatur jenis layer
>Normal - layer biasa
>Mutiply - menumpuk warna dari layer di bawahnya menjadi lebih tebal akibat bertumpuk
>Screen - menumpuk warna dari layer di bawahnya dalam mode screen (lebih terang)
>Overlay - menumpuk warna dari layer di bawahnya dengan warnanya sendiri
>Binary - warna solid
·         Tools pada layer 
1.      New layer : membuat layer baru
2.      New Layer Vektor : membuat layer vektor baru(layer untuk menggambar)
3.      New Folder : membuat folder/set layer
4.      Drop Layer Content to Layer Below : memindahkan isi layer ke layer di bawahnya
5.      Merge Down : Menggabungkan layer dengan layer dibawahnya
6.      Clear Layer : Menghapus isi layer
7.      Delete Layer : Menghapus layer
8.      New Mask : Menambahkan layer mask
·         Daftar layer
memberi keterangan jumlah layer dan bisa digunakan untuk merubah level opacity layer, dan terlihat atau tidaknya layer tersebut.


  

Berikutnya Pada Bagian Kiri (Kotak Biru) berisi Drawing tool atau tool-toll yag digunakan untuk menggambar serta mewarnai. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah.


Gambar di atas Merupakan gambar Drawing Tool

Bagian-bagiannya
1. Palet warna
mengambil warna, mengganti warna, mengambil sampel warna, menempatkan sampel warna, serta mengetes warna pada tempat kecil

2. Pengatur RGB

3. Editing tools (mirip dengan Photoshop)
Marquee, lasso, magic wand - untuk mennyeleksi gambar
Move - memindahkan layer
Hand tool - memindahkan canvas
Zoom
– Memperbesar dan Memperkecil Gambar
Rotate
– Memutar gambar/canvas
Pick color - mengambil warna dari gambar (shortcute : click kanan)

4. Drawing
/Coloring tools 
Drawing tool berisi tool-tool dasar untuk menggambar seperti pen, eraser curve, line dsb, sedangkan  Coloring tools berisi Tool-tool untuk mewarnai. Yaitu airbrush, pen, watercolor, arcylic, crayon, dan sebagainya. Terdapat juga select dan deselect tool untuk menyeleksi gambar secara manual tanpa editing tools. Drawing tool akan muncul jika Layer yang sedang aktif adalah layer vektor, sedangkan Coloring Tool akan muncul jika layer yang sedan aktif adalah layer biasa


Drawing tool
Coloring tool

 


5. Drawing tools option
Mengatur drawing tools yang dipilik pada seksi sebelumnya.
Type - mengatur jenis dan juga bentuk ujung dari drawing tools (contoh : pensil dengan ujung runcing dan pensil dengan ujung tumpul)
Size - ukuran
Density - kepekatan (mirip dengan flow dan opacity dalam photoshop)





 
Bagian di atas (kotak ungu) adalah tools untuk memudahkan kita menggambar dan mengubah-ubah posisi canvas.
Undo/redo, Merotasi canvas, Zoom in/out canvas, membolak-balik canvas, dan mengatur tekanan (khusus untuk tablet grafis

Sekian dulu perkenalan tools Pada Paint Tool SAI. Bila menguasai tools dasar, menggambar akan lebih cepat dan nyaman :). Selamat mencoba!! &Semoga Bermanfaat,

Rabu, 07 November 2012

Kreasi

Nice♥

Topologi



Istilah topologi atau network topologi mengacu pada penataan atau layout dari jaringan komputer, penggunaan jenis kabel dan komponen jaringan lainnya. Istilah topologi ini merupakan istilah standar yang digunakan oleh para praktisi IT mengenai design/rancang jaringan komputer.
Pemilihan jenis topologi dari jaringan komputer ini akan mempengaruhi komponen peralatan yang akan digunakan di network tersebut antara lain:
- Jenis peralatan jaringan yang digunakan
- Kemampuan dari peralatan
- Pertumbuhan atau perkembangan jaringan
- Cara memelihara/manage jaringan

Pembahasan di artikel ini tidak melibatkan mengenai jaringan nirkabel, tetapi hanya mengenai jaringan lokal saja. Dalam artikel sebelumnya bahwa jaringan komputer itu dihubungkan oleh kabel untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya. Namun, tidak sesederhana itu hanya dengan menggunakan kabel saja untuk menghubungkan komputer tersebut sehingga membentuk satu jaringan komputer. Kabel yang berlainan, kartu network (network card) , dan peralatan lainnya yang digunakan berpengaruh pada jaringan yang akan dibangun.

Standard Topology

Semua rancangan atau design dari jaringan komputer dapat dibagi dari 3 topologi di bawah ini:

- Bus
- Star
- Ring






Topologi Bus

Topologi bus ini merupakan topologi yang banyak digunakan di awal penggunaan jaringan komputer karena topologi yang paling sederhana dibandingkan dengan topologi lainnya. Jika komputer dihubungkan antara satu dengan lainnya dengan membentuk seperti barisan melalui satu single kabel maka sudah bisa disebut menggunakan topologi bus.

Dalam topologi ini dalam satu saat, hanya satu komputer yang dapat mengirimkan data yang berupa sinyal elektronik ke semua komputer dalam jaringan tersebut dan hanya akan diterima oleh komputer yang dituju. Karena hanya satu komputer saja yang dapat mengirimkan data dalam satu saat maka jumlah komputer sangat berpengaruh dalam unjuk kerja karena semakin banyak jumlah komputer, semakin banyak komputer akan menunggu giliran untuk bisa mengirim data dan efeknya unjuk kerja jaringan akan menjadi lambat. Sinyal yang dikirimkan oleh satu komputer akan dikirim ke seluruh jaringan dari ujung satu sampai ujung lainnya.

Jika sinyal diperbolehkan untuk terus menerus tanpa bisa di interrupt atau dihentikan dalam arti jika sinyal sudah sampai di ujung maka dia akan berbalik arah, hal ini akan mencegah komputer lain untuk bisa mengirim data, karena untuk bisa mengirim data jaringan bus mesti bebas dari sinyal-sinyal. Untuk mencegah sinyal bisa terus menerus aktif (bouncing) diperlukana adanya terminator, di mana ujung dari kabel yang menghubungkan komputer-komputer tersebut harus di-terminate untuk menghentikan sinyal dari bouncing (berbalik) dan menyerap (absorb) sinyal bebas sehingga membersihkan kabel tersebut dari sinyal-sinyal bebas dan komputer lain bisa mengirim data.

Dalam topologi bus ada satu kelemahan yang sangat menganggu kerja dari semua komputer yaitu jika terjadi masalah dengan kabel dalam satu komputer (ingat topologi bus menggunakan satu kabel menghubungkan komputer) misalnya kabel putus maka semua jaringan komputer akan terganggu dan tidak bisa berkomunikasi antar satu dengan lainnya atau istilahnya 'down'. Begitu pula jika salah satu ujung tidak diterminasi, sinyal akan berbalik (bounce) dan seluruh jaringan akan terpengaruh meskipun masing-masing komputer masih dapat berdiri sendiri (stand alone) tetapi tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.




Topologi Star



Topologi ini paling banyak digunakan dalam jaringan komputer saat ini. Untuk jenis star ini semua komputer dihubungkan ke satu alat yang dinamakan hub. Semua komputer saling berkirim data berupa sinyal elektronik melalui hub ini. Topologi ini awalnya digunakan dalam sistem mainframe. Jaringan star memberikan manajemen sumber daya (resource) secara sentral, namun dibandingkan dengan jenis bus, star ini memerlukan lebih banyak kabel karena tiap komputer dihubungkan ke hub, semakin banyak jumlah komputer yang akan dihubungkan ke jaringan maka semakin banyak pula kabel dan port yang ada di hub.

Kelemahan dari star ini juga adalah jika terjadi masalah dengan hub maka seluruh aktivitas jaringan akan ikut terganggu. Namun jika salah satu kabel terputus yang menghubungkan komputer dengan hub, maka yang mengalami masalah hanyalah pada komputer tersebut saja, komputer lain tetap dapat saling berkirim data (bandingkan dengan bentuk bus di atas).

Topologi Ring

Topologi ring menghubungkan komputer dalam satu bentuk lingkaran kabel. Sinyal yang dikirim akan berkeliling dalam satu arah dan melalui tiap komputer. Tiap komputer dalam topologi ring ini akan berfungsi juga sebagai repeater (penguat sinyal) dan mengirimkan sinyal ke komputer di sebelahnya. Karena tiap sinyal melalui tiap komputer, maka jika satu komputer mengalami masalah dapat berpengaruh ke seluruh jaringan.

Metode yang digunakan dalam mengirim data dalam ring dinamakan "token passing". Token ini dikirim dari komputer satu ke yang lain sampai ke komputer yang dituju. Komputer yang mengirimkan token akan memodifikasi token tersebut, menambahkan alamat pada data dan mengirimkannya. Komputer yang dituju atau yang menerima akan mengirimkan pesan bahwa data telah diterima setelah diverifikasi dengan membuat token baru dan dikirim ke jaringan.

Terlihat proses pengiriman token ini akan memakan waktu yang lama, sebenarnya tidak, karena token ini bekerja dengan kecepatan cahaya. Sebuah token dapat berkeliling lingkaran (ring) sejauh 200 meter sebanyak 10,000 kali dalam satu detik.